Pasalnya, setelah dicek seluruhnya tidak ada bagian jembatan lain yang dirusak.
Kades Sidowarno, Rujito Suprayogo mengatakan setelah diperiksa seluruhnya, kerusakan hanya terdapat di jembatan bagian ujung barat.
''Di bagian tengah tidak ada kerusakan jadi hanya pencurian biasa,'' jelasnya, akhir pekan lalu. Menurutnya, kerusakan hanya terjadi di empat pipa besi pengait antartiang dengan cara dipotong.
Potongan hampir satu meter panjangnya tetapi hanya besi sisa bukan di tengah batangnya. Meski hanya besi sisa tetapi sangat penting untuk menopang konstruksi.
Klem Pipa Raib
Selain itu, satu besi klem pipa raib. Dilihat dari cara merusaknya sangat sederhana yakni dengan cara digergaji manual sehingga dilakukan bertahap.
Jika perusakan itu sabotase atau tujuan lain, pelaku akan memilih di tengah atau memotong konstruksi dengan sekali potong. Bagian tengah dari hasil pemeriksaan masih aman.
Baik pipa, klem, besi dan mur baut tiang tak hilang. Dia menduga pelaku hanya pencuri biasa sebab berdasarkan catatan pemerintah desa, aksi perusakan dengan motif pencurian itu sudah beberapa kali terjadi.
Beberapa kali kejadian, lanjut Rujito, yang dicuri hanya mur baut antartiang bukan komponen lain. Meskipun hanya baut tetapi dampaknya sangat fatal sebab bisa memutus badan jembatan. Oleh Pemkab, sebagian mur baut sudah dilas sehingga tak lagi bisa dicuri.
Aksi pelaku beberapa kali leluasa sebab di sepanjang badan jembatan kondisinya gelap gulita. Tidak ada satu pun lampu terpasang sehingga warga tidak bisa mengawasi dari permukiman.
Hartono, warga sekitar mengatakan aksi pencurian komponen jembatan itu bukan kali pertama. Pelakunya diduga orang yang sering berada di lokasi.

0 Komentar