SEMARANG - Kiper utama PSIS I Komang Putra diragukan bisa tampil saat PSIS melakoni leg kedua Piala Indonesia melawan Persepar Palangkaraya.Pasalnya, hingga kemarin, pemain berdarah Bali itu mengalami sakit perut dan belum bisa berlatih bersama para pemain PSIS lainnya.
Karena itu, Skuad Mahesa Jenar akan memaksimalkan tenaga Yoga Wahyu. Menghadapi Persepar, Yoga sudah dua kali tampil dari tiga pertemuan. Pertama, mengantarkan PSIS menang 2-0 dalam lanjutan Divisi Utama di Stadion Jatidiri.
Kedua, takluk 2-3 dalam leg pertama Piala Indonesia di Stadion Tuah Pahoe Palangkaraya. ’’Sepulang dari Palangkaraya, Komang mengalami masalah pada pencernaan. Mudah-mudahan besok (hari ini-red) sudah dalam kondisi baik, sehingga dapat dimainkan,’’ jelas Pelatih Kiper PSIS Agus Yatmono.
Kondisi tersebut cukup riskan mengingat tim kebanggaan warga Kota Semarang belum memiliki kiper ketiga. Penjaga gawang Basuki Setiabudi yang beberapa waktu mengikuti latihan, belum mendapatkan kejelasan status dari manajemen.
Bila komang belum fit, PSIS hanya akan mengandalkan satu penjaga gawang saja. Berkaca pada laga-laga sebelumnya, harapan untuk kiper pelapis, bisa saja tertuju pada gelandang Iswandi Dai.
Mantan pemain Persibo Bojonegoro itu pernah tampil sebagai kiper darurat, saat PSIS dijamu PPSM Kartika Nusantara. Komang mendapatkan kartu merah, dan PSIS sudah tidak memiliki jatah pergantian pemain. ’’Basuki sudah saya usulkan agar direkrut. Melihat kebutuhan tim, kami mendesak manajeman untuk segera menindaklanjutinya,’’ tegas Pelatih PSIS Edy Paryono.
Sementara itu, PSIS juga akan kehilangan dua pilarnya. Bek Azmi Aswibi dan gelandang sayap Iwan HW masih mengalami cedera pasca lawatan melawan tim berjuluk Laskar Isen Mulang (pantang menyerah). Begitu juga dengan bek Anyar Dragan Dragutinovic yang belum juga mendapatkan pengesahan.
Adapun pemain muda yang dimasukkan ke dalam 18 pemain adalah Kukuh Pramuyudha. Jebolan PSIS Yunior dan tim amatir Kota Semarang Biprada itu akan menjadi pelapis barisan penyerang. Seperti striker asing Vitor Borges, Engkus Kuswaha, dan Khusnul Yakin.

0 Komentar