Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Yunani Upayakan Pemerintahan Darurat

ATHENA - Presiden Yunani, Karolos Papoulias, memohon para pemimpin partai politik bersedia berembug dengannya pada Minggu (13/5) sebagai upaya terakhir guna membentuk pemerintahan koalisi darurat untuk menghindari penyelenggaraan pemilu baru.

Papoulias mengambil langkah tersebut, Sabtu kemarin, setelah Ketua Partai Sosialis PASOK, Evangelos Venizelos, secara resmi menyerahkan mandat untuk membentuk pemerintahan koalisi setelah tiga negosiasi pembentukan koalisi gagal membuahkan hasil.

Kantor Kepresidenan mengumumkan, pada tahap awal Papoulias akan bertemu dengan para ketua tiga partai peraih suara terbanyak dalam pemilu Minggu (6/5) lalu, yakni Partai Demokrasi Baru (konservatif), Partai Koalisi Kiri Radikal (Syriza), dan Partai Sosialis PASOK.

Dia kemudian akan bertemu secara pribadi dengan para pemimpin empat partai lainnya yang memperoleh cukup suara untuk mendapatkan kursi parlemen. Keempat partai itu adalah Partai Yunani Independen (nasionalis sayap kanan), Partai Komunis, Partai Fajar Emas (ekstrem kanan), dan Partai Kiri Demokrat(moderat kiri).

Ancam Boikot

Upaya itu dirancang untuk mengajak semua pihak bersedia berdialog setelah Ketua Syriza, Alexis Tsipras, mengancam akan memboikot pertemuan itu daripada harus duduk dalam satu meja dengan Ketua Partai Fajar Emas, Nikos Michaloliakos.

Jika Papoulias gagal menengahi kesepakatan pembentukan pemerintahan koakisi, Yunani harus menyelenggarakan pemilu baru pada bulan depan sehingga akan memperpanjang ketidakpastian politik dan membahayakan keanggotaan negara itu di zona euro.

Evangelos Venizelos adalah pemimpin partai ketiga yang berusaha berkompromi membentuk koalisi setelah pemilu Minggu lalu tidak memberikan satu partai pun kursi yang cukup di parlemen untuk membentuk pemerintahan.

Para pemilih yang kecewa terhadap langkah-langkah pengetatan anggaran dalam dua tahun terakhir guna mendapat imbalan dana talangan internasional, menolak dua partai yang selama ini paling dominan di Yunani, yakni PASOK dan Demokrat Baru. Rakyat bertekad untuk tidak memilih partai yang mendukung kebijakan pengetatan anggaran.

Solusi sebenarnya bisa diraih dengan membentuk kemitraan antara Partai Demokrasi Baru, PASOK, dan Partai Kiri Demokrat pimpinan Fotis Kouvelis. Namun ketiga partai tersebut bersikukuh mereka tidak mau bergabung dalam suatu kekuatan tanpa dukungan dari Partai Syriza yang memiliki posisi cukup menentukan.

Jajak pendapat terbaru yang dipublikasikan Sabtu kemarin dalam koran mingguan O Kosmos tou Ependyti menunjukkan, tren sekarang memperlihatkan Partai Syriza bakal unggul atas Partai Demokrasi Baru.

Syriza diprediksi bakal meraih 25,5 persen dalam pemilu baru mendatang bila jadi diselenggarakan, disusul Demokrasi Baru (21,7 persen), Sosialis (14,6 persen), dan Yunani Independen (10,5 persen).

Posting Komentar

0 Komentar