Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ciregol Ambles, Dipertimbangkan Pembatasan Tonase

BUMIAYU - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kemungkinan akan memberlakukan batasan tonase maksimum bagi truk yang melintas di Ciregol jalur Tegal- Purwokerto. Hal ini dilakukan dalam rangka menyelamatkan jalan dari kerusakan yang lebih parah.

Saat ini kondisi pada tanjakan Ciregol terus mengalami penurunan sekalipun Bina Marga terus melakukan penanganan darurat. Dari pantauan, jalan retak kini juga muncul sekitar 50 meter sebelum tanjakan dari arah Tegal. Kerusakan di Ciregol sejauh ini diyakini akibat kelebihan tonase kendaraan.

“Kami akan koordinasi dengan berbagai unsur. Kemungkinan besar akan dilakukan pembatasan atau penurunan tonase truk yang melintas di jalur ini,” kata Kasi Perlengkapan Jalan Direktorat DLLAJ Kementerian Perhubungan, Suhendro, saat meninjau lokasi Ciregol, Selasa (13/3) siang.

Rawan Ambles

Dalam tinjauan yang didampingi Kepala Dishubkominfo Jateng Up Tegal M Sugiono, Kepala Terminal Bumiayu Ari Mardiyono SIP, Camat Tonjong Drs Hudiyono MSi dan Kapolsek AKPAshar Sofian Jafar tersebut, Suhendro menyatakan dalam waktu dekat Kemenhub juga akan memasang rambu dan papan peringatan bagi truk agar tidak melintasi Ciregol untuk sementara waktu.

Hal ini mengingat kerusakan pada tanjakan Ciregol semakin parah. “Selain sulit dilewati, lalu lintas truk atau kendaraan besar di Ciregol bisa menimbulkan kerawanan lalu lintas,” katanya.

Suhendro menambahkan, tim Kemenhub akan kembali berkunjung ke Ciregol, pekan depan. Kepala Dishubkominfo Jateng Up Tegal M Sugiono SH menyatakan pihaknya telah memasang rambu dan papan peringatan pada akses masuk Ciregol baik di Pantura maupun daerah Banyumas. Para sopir juga sudah mendapatkan sosialisasi langsung di sejumlah jembatan timbang, namun tidak diindahkan oleh sopir. “Dishubkominfo Provinsi hanya bisa mengimbau sebab kewenangan untuk jalan nasional ini ada pada Kemenhub,” kata dia.

Sementara berdasarkan penelusuran Muspika, terdapat empat titik rawan ambles pada jalur alternatif ruas Kutamendala-Karangjongkeng-Purwodadi-Linggapura. Keempat titik rawan itu yakni di wilayah Purwodadi, Bulaktangkil dan Karangjongkeng. Kerusakan itu diharapkan bisa segera diperbaiki demi menjaga kelancaran lalu lintas.

Kepala DPU dan Tata Ruang UPTD Wilayah Bumiayu Kuspramono membenarkan adanya titik rawan pada jalur alternatif. “Kami uruk dengan material sirtu.”

Posting Komentar

0 Komentar