-->
..:: Siaran Bola Live : Minggu (13/5), 01.00 WIB —Final Piala Jerman Dortmund Vs Bayern (RCTI) | Minggu (13/5), 01.00 WIB —Liga Spanyol Sociedad Vs Valencia (TV One) | Minggu (13/5), 01.00 WIB —Liga Spanyol Betis Vs Barcelona (TV One) | Minggu (13/5), 21.00 WIB —Liga Inggris Man City Vs QPR (MNC TV) | Minggu (13/5), 21.00 WIB —Liga Inggris Sunderland Vs Man United (Global TV) | Senin (14/5), 01.45 WIB —Liga Italia Lazio Vs Inter Milan (Indosiar) | Senin (13/5), 01.00 WIB —Liga Spanyol Madrid Vs Mallorca (TV One) ::..
|

Elite Mulai Terbuka Desak Anas Mundur


JAKARTA - Perpecahan di internal Partai Demokrat semakin besar. Elite partai tak lagi satu suara.

Sebagian sudah secara terbuka mendesak Ketua Umum Anas Urbaningrum mematuhi imbauan Susilo Bambang Yudhoyono untuk mundur secara kstaria, sebagian lain bersikukuh Anas wajib dipertahankan.

Anggota Dewan Pembina PD, Hayono Isman, menyatakan, sebagai ketua umum Anas harus mengambil sikap karena dugaan keterlibatan dalam sejumlah kasus korupsi membuat elektabilitas partai itu menurun drastis.

Survei terakhir yang dilansir Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Minggu (17/6), menunjukkan, Demokrat hanya mendapatkan dukungan sebesar 11,3%, di bawah Golkar (20,9%) dan PDIP (14%). Pada Pemilu 2009, Demokrat menjadi ’’juara’’ dengan raihan 20,4% suara.

Hayono meminta DPP menindaklanjuti tren penurunan itu dengan menggelar rapat khusus untuk mencari jalan keluar.

’’Tapi, rapat tersebut harus menghasilkan keputusan solutif, sikap ksatria, dan kedewasaan,’’ ujar Hayono di Gedung DPR, Jakarta, Senin (18/6).

Dia menambahkan, para pengurus DPP tahu persis keterkaitan Anas dengan mantan Bendahara Umum PD Muhammad Nazaruddin, yang kini menjadi terpidana 4 tahun 10 bulan penjara dalam kasus korupsi proyek Wisma Atlet SEA Games 2011.

’’Silakan dipertimbangkan, sehingga dapat mengembalikan elektabilitas partai. Tapi, kami serahkan ke DPP karena itu domain DPP. Yang pasti, harus ada kedewasaan ketua umum untuk berpikir dan bersikap ksatria,’’ tambah Hayono.

Dalam acara Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat di Jakarta, Rabu (13/6) lalu, SBY memang meminta agar kader Demokrat yang bermasalah mundur.

SBY mengatakan, Demokrat mengedepankan politik santun, cerdas, dan bersih. Karena itu, kader yang bermasalah, agar tidak membuat malu, lebih baik mundur.

“Daripada memalukan di kemudian hari, lebih baik mundur sekarang dan tinggalkan partai ini,” tegas SBY ketika memberikan sambutan. SBY bahkan sampai dua kali mengulangi pernyataan itu.

Tingkatkan Kinerja

Sebaliknya, Anas justru meminta agar seluruh kader PD solid dan tidak terpancing dengan upaya memecah belah. Dia menegaskan, turunnya elektabilitas partai bisa diatasi dengan bekerja sesuai program demi kesejahteraan rakyat. Menurutnya, masih ada waktu dan kesempatan untuk memperbaiki hal tersebut.

’’Tapi, hal ini hanya bisa efektif jika pengurus dan kader solid dalam menjaga kekompakan internal,’’ kata Anas dalam rilis yang diterima wartawan, kemarin.

Mantan komisioner KPU ini menambahkan, ada lima cara untuk memperbaiki elektabilitas partai. Pertama, pemerintahan SBY harus terus meningkatkan kinerja karena keberhasilan pemerintah merupakan cermin kesuksesan PD sebagai partai penguasa.

Kedua, kader-kader Demokrat konsentrasi memberikan kerja terbaik yang bermanfaat bagi rakyat. Ketiga, menjaga soliditas dan kekompakan. Keempat, menyosialisasikan capaian dan kinerja pemerintah, partai, dan para kader Demokrat kepada masyarakat luas. Terakhir, meningkatkan prestasi Partai Demokrat dalam kompetisi politik lokal, yaitu pilkada.

Terpisah, Ketua Departemen Pemuda dan Olahraga DPP PD, Gede Pasek Suardika, meminta semua pihak —termasuk elite PD— tidak mengambinghitamkan Anas Urbaningrum atas menurunnya elektabilitas partai. Menurut dia, kemerosotan dukungan merupakan tanggung jawab semua elite partai.

Selain itu, semua pihak juga harus menghormati proses hukum termasuk yang menyangkut Anas. Dengan demikian, tidak boleh ada desakan mundur jika belum ada fakta hukum.

’’Soal masalah hukum, sudah jelas parameternya, yaitu KUHAP dan peraturan internal organisasi,’’ ujarnya. Selama belum ada keputusan hukum tetap, orang tidak boleh dinyatakan bersalah. Jika Anas mundur, sangat jelas itu akan memberikan kesan bahwa dia bersalah seperti yang dituduhkan oleh pihak-pihak lain.

Senada dengan Pasek Suardika, sekretaris Departemen Pertanian DPP PD Akmal Gozali mengungkapkan, Anas Urbaningrum punya pendukung riil baik di pusat, daerah, cabang, maupun ranting. Para pendukung militan tersebut tergabung dalam wadah yang diberi nama candaan ’’Lemhanas’’ atau Lembaga Pertahanan Anas.

Bahkan jika diadakan kongres untuk memilih ketua umum baru hari ini, menurut dia, Anas tetap akan menang.

’’Dalam hari-hari ini, Lemhanas di Demokrat makin mengkristal. Kami kompak mendukung Mas Anas. Kalau hari ini digelar kongres misalnya, maka Anas akan menang lagi. Kami yakin itu,’’ katanya.

Dia memaparkan, dukungan terhadap Anas sangat kuat karena dia rajin turun ke bawah melakukan konsolidasi sekaligus menyapa rakyat di desa. Selain itu, kader di bawah saat ini membutuhkan stabilitas politik internal.

Mereka tak ingin para elite gontok-gontokan terus. ’’Daerah dan cabang tak suka politik adu domba, karena itu bisa membuyarkan konsolidasi partai yang sudah sampai ke tingkat desa,’’ tutur Akmal.

Posted by @koranwawasan on Selasa, Juni 19, 2012. Filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 comments for "Elite Mulai Terbuka Desak Anas Mundur"

Leave a reply