-->
..:: Siaran Bola Live : Minggu (13/5), 01.00 WIB —Final Piala Jerman Dortmund Vs Bayern (RCTI) | Minggu (13/5), 01.00 WIB —Liga Spanyol Sociedad Vs Valencia (TV One) | Minggu (13/5), 01.00 WIB —Liga Spanyol Betis Vs Barcelona (TV One) | Minggu (13/5), 21.00 WIB —Liga Inggris Man City Vs QPR (MNC TV) | Minggu (13/5), 21.00 WIB —Liga Inggris Sunderland Vs Man United (Global TV) | Senin (14/5), 01.45 WIB —Liga Italia Lazio Vs Inter Milan (Indosiar) | Senin (13/5), 01.00 WIB —Liga Spanyol Madrid Vs Mallorca (TV One) ::..
|

Siswa Berkurang, SMP Swasta Mengeluh


PURBALINGGA - Banyaknya siswa SMP/MTs yang putus sekolah karena memilih bekerja di plasma rambut sudah diketahui Dinas Pendidikan.

"Beberapa SMP swasta juga mengeluh siswanya berkurang," kata Kabid Pendidikan Menengah pada Dinas Pendidikan, Subeno.

Menurut dia, permasalahan ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan maupun sekolah.

Perlu juga peran serta masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, dan kepala desa. "Sebab pendidikan itu tanggung jawab bersama," tandasnya.

Peran serta masyarakat penting untuk menyadarkan orang tua mengenai pentingnya anak menyelesaikan sekolah, minimal sampai tamat SMP. Sehingga wajib belajar 9 tahun bisa tuntas. Sebab selama ini ada mindset yang keliru di sebagian orang tua siswa.

"Orang tua berpikir, buat apa sekolah tinggi-tinggi toh nantinya jadi pengangguran. Lebih baik sekolah sekadarnya yang penting bisa cari uang untuk membantu orang tua dan membantu adik-adiknya. Mindset ini yang harus dirubah dengan bantuan masyarakat," katanya.

Terkait dengan permasalahan itu, Dinas juga berencana meminta bantuan camat setempat. Mereka diminta untuk ikut memberikan pencerahan kepada masyarakat. Diharapkan ada kepedulian agar anak-anak itu tetap bersekolah sampai 9 tahun sesuai amanat undang-undang.

Posted by @koranwawasan on Sabtu, Juni 09, 2012. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 comments for "Siswa Berkurang, SMP Swasta Mengeluh"

Leave a reply