-->
..:: Siaran Bola Live : Minggu (13/5), 01.00 WIB —Final Piala Jerman Dortmund Vs Bayern (RCTI) | Minggu (13/5), 01.00 WIB —Liga Spanyol Sociedad Vs Valencia (TV One) | Minggu (13/5), 01.00 WIB —Liga Spanyol Betis Vs Barcelona (TV One) | Minggu (13/5), 21.00 WIB —Liga Inggris Man City Vs QPR (MNC TV) | Minggu (13/5), 21.00 WIB —Liga Inggris Sunderland Vs Man United (Global TV) | Senin (14/5), 01.45 WIB —Liga Italia Lazio Vs Inter Milan (Indosiar) | Senin (13/5), 01.00 WIB —Liga Spanyol Madrid Vs Mallorca (TV One) ::..
|

500 Hektare Lahan Terancam Tak Teraliri air


KLATEN - Lahan pertanian seluas 500 hektare di tiga desa di Kecamatan Delanggu, Klaten terancam tak bisa dialiri air, akibat kerusakan saluran air dari kedung Wantil. Saluran yang melalui Desa Tlobong, Delanggu itu terancam ambrol.

Ketiga desa itu adalah Desa Tlobong di Kecamatan Delanggu, Desa Bulan di Kecamatan Wonosari dan Desa Pundungan, Kecamatan Juwiring. Ketiganya berada dalam satu kawasan yang mengandalkan air dari Kedung Wantil.

"Talud saluran air dari Kedung Wantil rusak dan terancam ambrol, bila tak segera diperbaiki, maka dikhawatirkan persawahan di tiga desa tak bisa diairi," kata Kepala Desa Tlobong, Atok Susanto, Senin (11/6).

Dia menambahkan, kerusakan saluran air itu sudah lama terjadi, namun hingga kini belum juga dilakukan perbaikan.

Bagian dinding talud saluran air tersebur sudah retak-retak, bahkan di beberapa bagian sudah berlubang-lubang. Biaya perbaikan diperkirakan ratusan juta rupiah.

"Kami berharap, sebelum talud saluran air itu benar-benar ambrol, sudah ada bantuan dana untuk perbaikan. Dengan demikian, petani di tiga desa tidak akan mengalami gangguan pasokan air selama musim tanam," tegas Atok.

Selain talud Kedung Wantil, talud yang berada di di depan kantor Desa Tlobong justru sudah ambrol ketika hujan deras yang terjadi dua pekan lalu. Padahal talud tersebut menjadi pembatas antara jalan desa dengan area persawahan.

Posted by @koranwawasan on Senin, Juni 11, 2012. Filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 comments for "500 Hektare Lahan Terancam Tak Teraliri air"

Leave a reply